Kemunculan Hiu di Perairan Makassar, Fenomena Alam atau Sinyal Perubahan?
Makassar — Kemunculan sejumlah hiu di perairan dekat Pelabuhan Makassar mendadak mengundang perhatian publik pada Minggu pagi, 22 Maret 2026. Rekaman yang beredar memperlihatkan sirip-sirip besar muncul ke permukaan, memunculkan rasa penasaran sekaligus berbagai dugaan mengenai jenis dan asal kemunculannya.
Dalam video yang beredar, terlihat setidaknya dua ekor hiu berenang tidak jauh dari kawasan Pelabuhan Soekarno-Hatta. Ukuran tubuh yang besar serta kebiasaan muncul di permukaan membuat sebagian pihak menduga hewan tersebut merupakan hiu penjemur atau basking shark, meski hingga kini belum ada konfirmasi resmi terkait jenisnya.
Kemunculan ini tergolong tidak biasa mengingat lokasinya yang dekat dengan aktivitas pelabuhan. Namun dalam kajian kelautan, spesies seperti basking shark memang dikenal sering berenang di permukaan laut saat mencari plankton sebagai sumber makanan.
Hiu penjemur sendiri merupakan salah satu ikan terbesar di dunia, berada di urutan kedua setelah hiu paus. Spesies ini bersifat kosmopolitan dan dapat ditemukan di berbagai perairan hangat, termasuk wilayah yang menjadi jalur migrasi di perairan Indonesia.
Diduga, kemunculan hiu di perairan Makassar berkaitan dengan pola migrasi alami yang dilalui spesies tersebut. Dalam periode tertentu, hiu dapat berpindah mengikuti arus laut dan ketersediaan makanan, sehingga tidak selalu berada di satu wilayah dalam waktu lama.
Di sisi lain, fenomena ini juga memunculkan beragam respons dari masyarakat. Sejumlah warganet menanggapi dengan nada santai hingga bercanda, sementara sebagian lainnya melihatnya sebagai peristiwa yang menarik sekaligus mengundang pertanyaan.
Apakah kemunculan ini semata bagian dari siklus alami yang jarang terlihat, atau justru menjadi tanda adanya perubahan di ekosistem laut? Aktivitas manusia di wilayah pesisir, termasuk pembangunan dan lalu lintas pelabuhan, kerap disebut memiliki pengaruh terhadap habitat laut, meski keterkaitannya dengan kemunculan spesies tertentu masih memerlukan kajian lebih lanjut.
Yang jelas, peristiwa ini menjadi pengingat bahwa kehidupan laut di sekitar wilayah pesisir masih menyimpan dinamika yang tidak selalu terlihat. Di tengah aktivitas manusia yang padat, alam tetap bergerak dengan caranya sendiri—sesekali muncul ke permukaan, dan menarik perhatian banyak orang.
