BeritaTeknologiTerbaru

Dari Pembakaran Terbuka ke Minim Asap, KKN UINAM 79 Dorong Pengelolaan Sampah Lebih Bijak di Tanah Harapan

Bulukumba, 8 September 2026 — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Alauddin Makassar (UINAM) Angkatan 79 Desa Tanah Harapan, Kecamatan Rilau Ale, Kabupaten Bulukumba, melaksanakan sosialisasi program kerja Rocket Stove Incinerator atau tempat pembakaran sampah minim asap kepada masyarakat, Selasa (8/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Kantor Desa Tanah Harapan tersebut merupakan salah satu upaya mahasiswa KKN UINAM 79 untuk memperkenalkan alternatif pembakaran sampah yang dapat meminimalkan asap, sekaligus mendorong kesadaran masyarakat agar mengelola sampah secara lebih bijak.

Program ini dilatarbelakangi oleh kondisi pengelolaan sampah di Desa Tanah Harapan yang belum berjalan secara optimal. Dalam kesehariannya, sebagian masyarakat masih memilih membakar sampah secara terbuka atau membuangnya ke selokan dan saluran air.

Kebiasaan tersebut tidak hanya berpotensi menghasilkan asap yang mengganggu lingkungan sekitar, tetapi juga menyebabkan penumpukan sampah pada saluran air. Sampah yang sulit terurai, seperti plastik, popok, dan pembalut, dapat menyumbat aliran air serta meningkatkan risiko terjadinya banjir.

Berangkat dari persoalan tersebut, mahasiswa KKN UINAM 79 memperkenalkan Rocket Stove Incinerator sebagai salah satu alternatif untuk mengurangi dampak dari pembakaran sampah secara terbuka.

Secara sederhana, Rocket Stove Incinerator merupakan tempat pembakaran yang dirancang dengan sistem aliran udara dan panas yang lebih terarah. Rancangan tersebut membantu proses pembakaran berlangsung lebih optimal sehingga asap yang dihasilkan dapat diminimalkan dibandingkan dengan pembakaran terbuka.

Meskipun demikian, alat ini tidak dimaksudkan sebagai satu-satunya solusi dalam mengatasi persoalan sampah. Masyarakat tetap perlu melakukan pemilahan, pengurangan, pemanfaatan kembali, serta pengolahan sampah sesuai dengan jenisnya sebelum menentukan cara pemusnahannya.

Dalam kegiatan sosialisasi, mahasiswa KKN UINAM 79 menjelaskan mekanisme kerja Rocket Stove Incinerator, bahan-bahan yang diperlukan dalam pembuatannya, serta beberapa model tempat pembakaran yang dapat dikembangkan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Salah satu model yang diperkenalkan merupakan Rocket Stove Incinerator yang telah dibangun oleh mahasiswa KKN di lingkungan Kantor Desa Tanah Harapan. Alat tersebut akan dijadikan sebagai sarana percontohan agar masyarakat dapat melihat dan mempelajari bentuk serta mekanisme kerjanya secara langsung.

Selain pemaparan materi, mahasiswa juga melakukan demonstrasi penggunaan alat. Dalam demonstrasi tersebut, masyarakat diperlihatkan bagaimana sirkulasi udara dan ruang pembakaran bekerja untuk membantu proses pembakaran berlangsung dengan asap yang lebih sedikit.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Sejumlah warga menyampaikan pertanyaan serta masukan mengenai rancangan alat, salah satunya terkait kemungkinan penambahan katup atau bukaan pada bagian belakang Rocket Stove Incinerator sebagai jalur untuk mengeluarkan abu hasil pembakaran.

Mahasiswa KKN UINAM 79 juga menjelaskan adanya model Rocket Stove Incinerator bertingkat. Pada model tersebut, bagian atas dapat digunakan sebagai ruang untuk membantu mengeringkan sampah yang masih basah sebelum diproses lebih lanjut.

Penjelasan mengenai model bertingkat tersebut turut dikaitkan dengan persoalan sampah popok dan pembalut yang masih ditemukan dibuang ke selokan. Kebiasaan itu dinilai perlu mendapatkan perhatian karena dapat menyumbat saluran air dan memperparah persoalan banjir di lingkungan desa.

Tokoh masyarakat Desa Tanah Harapan, Bapak Amiruddin, memberikan tanggapan positif terhadap alat yang diperkenalkan. Menurutnya, keberadaan Rocket Stove Incinerator dapat membantu menjaga kebersihan lingkungan karena asap pembakaran yang dihasilkan tidak terlalu mengganggu masyarakat.

“Alat ini lumayan membantu untuk menjaga kebersihan lingkungan. Dengan adanya alat ini, ketika sampah dibakar, asapnya tidak terlalu mengganggu. Menurut saya, alat ini cukup bagus,” ujar Bapak Amiruddin.

Pak Amiruddin juga menilai bahwa penerapan alat serupa pada tingkat rumah tangga masih dapat terkendala oleh biaya pembuatan. Oleh karena itu, ia berharap pemerintah desa dapat mempertimbangkan pembangunan tempat pembakaran bersama yang dapat digunakan oleh masyarakat.

“Kalau masyarakat diminta membuat sendiri, mungkin saat ini masih terkendala modal atau dana. Namun, apabila pemerintah desa membuat tempat pembakaran bersama dengan model seperti ini, penggunaannya mungkin akan lebih efisien,” tambahnya.

Menurut Bapak Amiruddin, tempat pembakaran sampah yang pernah dibangun sebelumnya belum dapat dimanfaatkan secara maksimal karena sampah terus menumpuk setelah dibakar. Dengan rancangan Rocket Stove Incinerator, proses pembakaran dan pengeluaran sisa abu dinilai dapat dilakukan dengan lebih teratur.

Ia juga menyampaikan bahwa sisa hasil pembakaran berpotensi dimanfaatkan kembali apabila telah dipastikan aman dan sesuai dengan jenis bahan yang dibakar.

Tanggapan dan pertanyaan warga dalam kegiatan tersebut menunjukkan adanya ketertarikan terhadap alat yang diperkenalkan. Diskusi tidak hanya membahas mekanisme kerja, tetapi juga kemungkinan pengembangan desain agar lebih sesuai dengan kebutuhan dan kondisi masyarakat Desa Tanah Harapan.

Melalui program ini, mahasiswa KKN UINAM 79 berharap Rocket Stove Incinerator yang dibangun di Kantor Desa Tanah Harapan tidak hanya menjadi sebuah alat, tetapi juga menjadi sarana edukasi dan percontohan bagi masyarakat.

Masyarakat diharapkan dapat memahami bahwa persoalan sampah tidak cukup diselesaikan dengan membakar atau membuangnya. Diperlukan kesadaran untuk memilah, mengurangi, memanfaatkan kembali, dan menangani sampah secara lebih bertanggung jawab.

Mahasiswa KKN UINAM 79 menyadari bahwa keberhasilan program ini tetap bergantung pada kesadaran dan kebiasaan masyarakat. Kehadiran teknologi sederhana hanya menjadi salah satu langkah awal untuk mendorong perubahan tersebut.

Melalui perpaduan antara edukasi dan pengenalan teknologi tepat guna, KKN UINAM 79 berharap masyarakat Desa Tanah Harapan dapat perlahan beralih dari kebiasaan membuang sampah ke selokan atau membakarnya secara terbuka menuju pengelolaan sampah yang lebih bijak dan bertanggung jawab terhadap lingkungan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *