BeritaTerbaru

Daeng dan Andi di Ruang Layanan Kantor Pertanahan Kabupaten Maros

Pemandangan istimewa di ruang layanan Kantor Pertanahan Kabupaten Maros. Suara mesin antrean digital yang modern dan ketukan keyboard komputer berpadu manis dengan gemerisik kain yang dirajut menjadi pakaian adat. Alih-alih seragam kerja formal seperti biasanya, warna-warni cerah Baju Bodo serta kebaya dan keanggunan Jas Tutu’ lengkap dengan Songkok Recca menghiasi deretan meja front office.

Dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Maros yang ke-67, para petugas loket menyulap diri mereka menjadi cerminan identitas luhur budaya Bugis-Makassar dan indonesia. Di balik meja kaca, Daeng dengan senyum ramahnya melayani pemohon, menjelaskan prosedur pendaftaran tanah secara digital. Di loket sebelahnya, Andi dengan balutan Baju Bodo tampak cekatan memindai dokumen dan memverifikasi sertipikat ke dalam sistem digital nasional.

Pemandangan ini adalah wujud nyata dari napas “Merawat Tradisi, Menjemput Kemajuan”. Pakaian adat yang melekat di badan adalah bentuk penghormatan dan cinta yang mendalam pada akar budaya Butta Salewangang. Namun di saat yang sama, tangan-tangan terampil mereka terus bergerak melayani masyarakat dengan teknologi terkini. Pakaian tradisional sama sekali tidak mengurangi kegesitan, justru menambah nilai keanggunan dan keramahan dalam melayani.

“Tabe’, Bapak/Ibu masyarakat Maros. Pakaian adat yang kami kenakan hari ini adalah wujud cinta pada Butta Salewangang. Dengan semangat ‘Merawat Tradisi, Menjemput Kemajuan’, kami berkomitmen memadukan keramahan budaya lokal dengan layanan pertanahan yang cepat, modern, dan digital. Selamat Hari Jadi Kabupaten Maros ke-67! Kami siap melayani sepenuh hati. Salama’ ki’ tapada salama’!”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *